Setiap Ramadhan tiba, satu momen yang selalu dinanti adalah shalat Tarawih. Masjid mendadak penuh. Anak-anak ikut berbaris di saf belakang. Dan sebagian dari kita jujur saja, masih membuka ponsel untuk memastikan bacaan niat tak keliru.
Padahal niat itu sederhana. Tapi karena ingin ibadah lebih mantap, kita ingin memastikan teksnya benar, latin-nya tepat, dan artinya dipahami.
Berikut ini disajikan niat shalat Tarawih sebagai makmum dan Doa Kamilin setelah Tarawih dan Witir secara lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.
1. Niat Shalat Tarawih (Sebagai Makmum Berjamaah)
Shalat Tarawih umumnya dilakukan dua rakaat satu salam. Jika dilaksanakan secara berjamaah dan kita sebagai makmum, berikut bacaan niatnya:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat tarawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya berniat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Perlu dipahami, niat sebenarnya cukup di dalam hati. Lafaz di atas hanyalah membantu menghadirkan kesungguhan. Dalam praktik fikih mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, selama dalam hati sudah terlintas hendak shalat Tarawih sebagai makmum, maka shalatnya sah.
Kadang ada yang merasa panik kalau lafaznya tertukar. Bahkan ada yang mengulang-ulang karena takut kurang tepat. Sebenarnya itu tak perlu. Yang penting adalah kesadaran dan keikhlasan.
Catatan Penting
Bacaan dalam shalat Tarawih sama dengan shalat fardhu pada umumnya, yaitu:
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur’an
- Ruku dan i’tidal
- Sujud dan duduk di antara dua sujud
- Tahiyat akhir
Tak ada bacaan khusus yang diwajibkan dalam Tarawih. Jika imam membaca surat panjang, makmum cukup mengikuti dengan khusyuk.
Terkait: Tata Cara Shalat Tarawih Lengkap Sesuai Sunnah dan Praktik yang Dianjurkan
2. Doa Kamilin (Doa Setelah Tarawih dan Witir)
Setelah selesai seluruh rakaat Tarawih dan Witir, di banyak masjid biasanya dibaca doa yang dikenal sebagai Doa Kamilin. Doa ini berisi permohonan agar iman disempurnakan dan amal diterima.
Berikut teks lengkapnya:
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّينَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِينَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِينَ، وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِينَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ، وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَبِحُورِ عِينٍ مُتَزَوِّجِينَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيمًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفِ الْمُبَارَكِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin:
Allahummaj’alna bil iimaani kaamilin. Wa lil faraaidli mu’addin. Wa lish-shalaati haafidziin. Wa liz-zakaati faa’ilin. Wa limaa ‘indaka thaalibin. Wa li ‘afwika raajin. Wa bil hudaa mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu’ridiin. Wa fid-dunyaa zaahidin. Wa fil aakhirati raaghibin. Wa bil qadlaa’i raaldlin. Wa bin-na’maa’i syaakirin. Wa ‘alal balaa’i shaabirin. Wa tahta liwaa’i sayyidinaa Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyaamati saa’irin. Wa ‘alal haudli waaridin. Wa ilal jannati daakhilin. Wa minan naari naajin. Wa ‘alaa sariiril karaamati qaa’idin. Wa bihuurin ‘iin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha’aamil jannati aakilin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaribin. Bi akwaabin wa abaariika wa ka’sin min ma’iin. Ma’alladziina an’amta ‘alaihim minan nabiyyiina wash-shiddiiqiina wash-syuhadaa’i wash-shaalihiin. Wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa. Dzaalikal fadl-lu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa. Allahummaj’alna fii lailati hadzasy-syahrisy-syariifil mubaaraki minas su’adaa’il maqbuuliin. Wa laa taj’alnaa minal asyqiyaa’il marduudin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari kesia-siaan, yang zuhud di dunia, yang menginginkan akhirat, yang ridha dengan ketentuan-Mu, yang bersyukur atas nikmat-Mu, yang sabar atas musibah, dan yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW di hari kiamat, yang sampai ke telaga, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas takhta kemuliaan, yang menikah dengan bidadari, yang mengenakan pakaian dari sutra, yang memakan makanan surga, yang meminum susu dan madu murni dengan cangkir, bejana, dan gelas dari sumber air surga bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang terbaik. Demikianlah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami di malam bulan yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalannya, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang tertolak amalannya. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya sekalian. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang.”
Semoga bacaan lengkap ini membantu kita menjalankan shalat Tarawih dan membaca doa setelahnya dengan lebih tenang dan yakin. Karena pada akhirnya, bukan hanya teks yang dihafal, tapi hati yang dihadirkan. (DI)




