Tata Cara Shalat Tarawih – Shalat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat ditekankan pada bulan Ramadhan. Dalam berbagai literatur fiqih dan rujukan pendidikan Islam seperti yang sering dibahas dalam kajian keislaman di manalu.sch.id, shalat malam ini menjadi momentum spiritual yang tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga membangun kedisiplinan ruhiyah.
Tarawih dikerjakan setelah shalat Isya dan sebelum Witir. Ibadah ini dilaksanakan secara berjamaah di masjid, namun boleh juga dilakukan sendiri di rumah. Dalam praktiknya, suasana khusyuk sering kali menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika rakaat terasa panjang dan bacaan imam dibaca dengan tartil yang mendalam.
Keutamaan Tarawih disebutkan dalam hadits riwayat Muhammad bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Ini bukan janji kecil. Ini janji besar.
Dan sayangnya, masih banyak yang belum memahami tata cara shalat tarawih dengan runtut.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih, 8 atau 20?
Ini pertanyaan klasik. Bahkan di mesin pencari, kata kunci “tarawih 8 atau 20 rakaat” selalu naik tiap Ramadhan.
Dalam praktiknya, terdapat dua pendapat yang sama-sama memiliki dasar kuat:
1. Delapan Rakaat + Witir
Pendapat ini merujuk pada praktik yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.
Pendek, padat, tapi biasanya bacaan panjang.
2. Dua Puluh Rakaat + Witir
Pendapat ini berkembang pada masa Umar bin Khattab ketika beliau mengumpulkan umat dalam satu imam dan melaksanakan 20 rakaat. Praktik ini banyak diikuti di Indonesia, termasuk mayoritas masjid Nahdlatul Ulama.
Keduanya sah. Tidak perlu dipertentangkan. Yang penting adalah kekhusyukan dan konsistensi.
Terkadang perdebatan justru membuat esensi ibadah jadi kurang terasa. Itu realitas yang sering terlihat.
Tata Cara Shalat Tarawih Step by Step
Berikut panduan teknis yang sering ditanyakan tamu:
1. Niat Shalat Tarawih
Niat cukup di dalam hati. Namun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.
Contoh niat berjamaah sebagai makmum:
Usholli sunnatat tarawihi rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala
Artinya: Berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Jika sebagai imam, kata “ma’muman” diganti “imaman”.
2. Pelaksanaan Dua Rakaat Salam
Shalat Tarawih dilakukan dua rakaat satu salam. Tidak boleh empat rakaat langsung seperti shalat dzuhur. Ini sering menjadi kekeliruan teknis yang terjadi di beberapa tempat.
Setiap dua rakaat:
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surat pendek (biasanya bergantian sesuai target khatam)
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tasyahud akhir
- Salam
Setelah salam, biasanya ada jeda. Kata “tarawih” sendiri berasal dari kata istirahat.
Di beberapa masjid, doa tarawih dibaca bersama. Ini tradisi yang sudah lama dilakukan dan diperbolehkan.
3. Shalat Witir sebagai Penutup
Witir dikerjakan setelah tarawih. Bisa 1 rakaat, 3 rakaat, atau lebih dengan bilangan ganjil.
Di Indonesia, lazimnya 3 rakaat dengan dua salam atau satu salam. Pada rakaat terakhir, doa qunut sering dibaca.
Dan di sinilah sering muncul rasa haru. Ada yang meneteskan air mata. Ada yang masih bercanda. Variatif sekali.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tarawih
Beberapa hal yang sering menjadi tantangan:
- Datang terlambat lalu bingung rakaat ke berapa.
- Terburu-buru dalam ruku dan sujud.
- Fokus pada jumlah rakaat, bukan kualitas bacaan.
- Anak-anak berlari-larian tanpa diarahkan dengan lembut.
Padahal Tarawih bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah latihan konsistensi. Latihan sabar.
Dalam praktik edukasi Islam, penting ditanamkan bahwa kualitas shalat lebih utama daripada kuantitas. Bahkan dalam banyak kajian pendidikan berbasis karakter, disiplin shalat malam dikaitkan dengan pembentukan akhlak.
Tips Agar Tarawih Lebih Khusyuk dan Konsisten
Beberapa tips yang terbukti efektif:
- Datang lebih awal agar tidak terburu-buru.
- Pahami makna surat yang dibaca.
- Kurangi penggunaan gawai sebelum Isya.
- Jaga wudhu dan niat yang lurus.
Kadang memang rasa malas datang. Itu manusiawi. Tapi ketika konsisten dijaga, efeknya luar biasa.
Energi spiritual terasa berbeda.
Tarawih Bukan Sekadar Rutinitas
Shalat Tarawih adalah momentum perbaikan diri. Bukan ajang pembuktian siapa paling panjang rakaatnya.
Yang paling penting adalah hati yang hadir.
Ramadhan hanya datang sekali setahun. Dan tidak ada jaminan akan bertemu lagi di tahun berikutnya. Maka Tarawih jangan dijalani setengah-setengah.
Semoga ibadah yang dikerjakan diterima, dilapangkan hati, dan ditingkatkan kualitasnya setiap tahun.
Karena pada akhirnya, yang dicari bukan jumlah rakaat. Tapi ridha Allah SWT.





